Selasa, 22 Juli 2014

Pemeriksaan Mobil Usai Terendam Banjir Ringan

Jakarta, KompasOtomotif - Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan ketika hendak menyalakan mobil yang terendam banjir ringan (ketinggian air setengah pelek). Menurut Yuta Obed, Manajer Servis Auto2000 Permata Hijau, sebenarnya ada pemeriksaan yang wajib dilakukan sebagai langkah antisipasi. Ada tiga komponen utama yang wajib diperiksa. Lakukan sesegera mungkin setelah banjir mulai surut, sebelum menyalakan mesin.

1. Segera cek, bersihkan, dan keringkan sistem rem.
Lumpur dan air banjir yang tidak segera dibersihkan, bisa menimbulkan karat dan efek lengket atau macet pada sistem rem. Bersihkan segera dengan menyemprotkan atau menyiram piringan rem dan kaliper menggunakan air bersih kemudian keringkan.

2. Periksa kondisi bearing roda.
Air yang masuk ke dalam bearing roda dapat membuat bearing roda timbul karat sehingga muncul bunyi atau macet. Ganti atau lumasi kembali bearing roda yang sudah kering. Langkah ini hanya bisa dilakukan di bengkel resmi atau langganan Anda.

3. Periksa kondisi saringan udara dan intake.
Jika kondisi saringan udara basah, segera keringkan termasuk rumah beserta belalai atau selang yang menuju throttle (klep bukaan gas). Segera lanjutkan tahap ke-4.

4. Periksa kondisi ruang bakar.
Periksa busi untuk mengecek apakah ada air yang masuk ke ruang bakar. Jika busi basah, maka dapat dipastikan ada air yang masuk ke  ruang bakar. Segeralah start mesin dengan kondisi busi terbuka semua untuk mengeluarkan sisa air di dalam ruang bakar. Jika peralatan yang dimiliki tidak menunjang, minta mekanik untuk datang dan memperbaikinya. Jangan memaksa menyalakan mesin karena bisa berakibat fatal dan menimbulkan water hammer.

5. Periksa kondisi oli mesin dan transmisi.
Lihat kondisi oli melalui stik pengukur oli. Jika kondisi oli sudah berubah menjadi seperti kopi susu, maka dapat dipastikan sudah tercampur oleh air. Jangan nyalakan mesin dan minta mekanik untuk melakukan penggantian oli di tempat. 

6. Periksa seluruh komponen kelistrikan di kendaraan.
Periksa alternator, starter, ECU dan sistem pengabelan apakah ada kandungan airnya. Jika ada, maka segera keringkan dengan semprotan angin atau contact cleaner untuk mencegah short circuit (korslet) atau gangguan sistem kelistrikan lainnya.

7. Jika muncul kondisi yang tidak wajar seperti mesin tersendat atau mogok, distarter muncul bunyi, AC tidak bekerja dengan baik, mesin jangan dipaksa menyala, lebih baik derek mobil ke bengkel resmi atau terdekat.
Read More

Senin, 21 Juli 2014

Komponen Sepeda Motor yang Perlu Dicek Setelah Menerjang Banjir

Jakarta, KompasOtomotif – Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banjir mulai mengepung berbagai daerah, khususnya Ibu Kota. Bagi pesepeda motor, situasi ini jadi pekerjaan rumah. Jika memang terpaksa harus melewati banjir, tidak menutup kemungkinan ada beberapa komponen yang kinerjanya bakal terganggu.

Erwin Maulana, Kepala Mekanik AHASS Bintang Motor, Buaran, Jakarta Timur, mengatakan kepada KompasOtomotif, (16/1/2014), sepeda motor "menggendong" banyak komponen yang bisa langsung bersentuhan dengan air. ”Sebaiknya memang langsung dicek, karena air sangat mudah masuk melalui celah sempit,” katanya.

Setelah diurut, berikut daftar komponen yang rawan rusak dan perlu dicek setelah menerjang genangan air:
1. Busi. Tipe matik, sport, terutama bebek, biasanya langsung kena air. Jika lama tidak dibersihkan, akan timbul gejala ”brebet” atau bahkan mesin mati karena pengapian lemah dan jelek. ”Biasanya setelah dicek, ada air di sekitar kepala busi, langsung bersihkan hingga kering,” pesan Erwin.

2. Filter udara.
 Komponen ini juga rawan kemasukan air. Gejalanya sama dengan busi, motor bisa ngadat karena air masuk ke ruang bakar. Disarankan ganti filter, karena rata-rata tipe filter udara sepeda motor saat ini mengandung pelumas untuk menyaring kotoran. Air dikhawatirkan terus menempel.

3. Oli mesin.
 Perhatikan ciri-cirinya dilihat dari dipstick, warna akan berubah menjadi putih susu jika oli sudah bercampur dengan air. ”Mesin sih tetap hidup, tapi jangka agak panjang akan merusak komponen mesin,” jelas Erwin.

4. Khusus untuk matik, cek juga oli gardan, posisinya ada di bawah sokbreker. Jika selang tidak normal, kemungkinan bakal rawan kemasukan air yang pada akhirnya menimbulkan suara kasar di sekitar CVT.

5. Masih untuk matik, disarankan langsung membersihkan ruang CVT. Keluarkan dulu air melalui lubang pembuangan. Cek komponen driven face yang menjepit fan belt. Kalau kena air, akan menimbulkan suara kasar.

Erwin menambahkan, soal kelistrikan pada sepeda mtoor injeksi jarang terkena masalah. Karena kebanyakan komponen penting sudah dilapisi sil khusus anti air.
Read More

Ancaman Kerusakan Pasca Banjir Terhadap Mobil

Jakarta, KompasOtomotif - Semua wilayah bisa terendam banjir. Untuk itu, sebagai pengguna mobil wajib mengetahui apa saja dampak yang dihadapi jika suatu waktu harus menerjang banjir dan tidak segera memeriksakan kendaraan.

Yuta Obed, Manajer Servis Auto2000 Permata Hijau, Jakarta Selatan kepada KompasOtomotif mengingatkan pentingnya perawatan. Kondisi banjir merupakan situasi luar biasa, sehingga perawatan kendaraan dilakukan lebih ekstra dari biasanya. Empat risiko utama bagi mobil yang menerjang banjir, adalah: 

1. Terjadinya kondisi komponen macet, bunyi, sampai ekstrem bisa patah terlebih pada bagian mekanis, seperti bearing, sistem rem, shock absorber, dan lainnya

2. Muncul jamur dan karat pada sudut-sudut kendaraan, terutama yang berbahan metal, termasuk interior. 

3. Terjadi korsleting arus listrik yang berpotensi menyebabkan kerusakkan ECU dan komponen elekrik lain. Paling parah bisa memicu terjadinya kebakaran. Sekedar mengingatkan, ECU merupakan salah satu komponen mobil yang paling mahal, selain itu ketersediaan pengganti butuh waktu lama karena harus diimpor.

4. Semakin lama Anda mengabaikan pemeriksaan kendaraan yang menerjang atau terendam banjir, semakin besar biaya yang harus dikeluarkan. Karena, "penyakit" semakin menumpuk pada mobil, bisa-bisa biaya malah menguras seluruh tabungan Anda!

Nah, kalau sudah tahu seberapa besar risiko yang dihadapi, segera bawa mobil Anda ke bengkel setelah kondisi sekitar kembali normal. Sekedar memeriksa, tentu tidak ada salahnya kan?
Read More

Minggu, 20 Juli 2014

Aksesori Bahaya di Sepeda Motor Ketika Hujan

Jakarta, KompasOtomotif – Aksesori diciptakan untuk memperindah tampilan kendaraan. Namun, jika penggunaannya tidak tepat, komponen tersebut justru menjadi sumber bahaya. Misalnya di musim hujan seperti sekarang, ada beberapa aksesori yang disarankan tidak dipakai. Genangan air, banjir, hujan lebat membuat fungsi aksesori tertentu berubah jadi masalah.

Johannes Siagian, pemilik toko aksesori sepeda motor di Palmerah Barat, lewat pengalamannya, mengatakan bahwa ada beberapa aksesori yang perlu diperhatikan. ”Kalau terlanjur dipasang ya tidak apa-apa, tapi kalau bisa dibalikin lagi ke standar. Beli aja aksesori lain yang berguna saat hujan dan banjir, karena bahaya,” pesannya kepada KompasOtomotif. Apa saja aksesori itu? Ini daftarnya!

1. Ban yang tak tepat. Ada yang menggangap ban "ceking" memperindah penampilan. Tapi sebenarnya ini bahaya, apalagi ketika musim hujan. Permukaan ban yang bersentuhan dengan aspal semakin sedikit, membuat daya cengkeram tak maksimal. ”Kalau ada lubang dan tertutup banjir, ban kecil yang menghantam akan mudah menggulingkan sepeda motor. Peredamannya kurang,” jelas Johannes.

2. Selongsong logam. Perhatikan, banyak pengguna sepeda motor yang megganti selongsonghandle grip atau pijakan kaki dari bahan logam dengan warna-warna khusus. Memang membuat penampilan ”racing look”, tapi ini berbahaya. Ketika hujan, aksesori ini malah licin. ”Kalau licin, mau mengerem malah meleset. Bahaya kan? Ini sering terjadi,” kata Johannes.

3. Lampu putih. Lampu depan dengan sorot warna putih kini semakin tren, berkat penggunaan HID. Tapi tahukah Anda jika penerangan paling baik ketika hujan lebat adalah warna kuning atau kekuningan? Lampu standar yang agak kekuningan justru lebih aman dan mudah terlihat.

4. CVT modifikasi. Ada yang menjual boks CVT bukan bawaan pabrik dengan lubang di sana sini. Padahal, komponen di balik kotak ini sangat penting dan seharusnya tak boleh basah kuyup. Jika banyak lubang, setelah hujan dibiarkan dan kotoran mengendap, bahaya akan muncul di kemudian hari.
Read More

Sabtu, 19 Juli 2014

Garda Oto Siap Selamatkan Puluhan Mobil Saat Banjir

Jakarta, KompasOtomotif - PT Asuransi Astra Buana (Garda Oto) mengaku siaga 24 jam bagi konsumen yang butuh bantuan darurat banjir. Selama sepekan terakhir sejak mulai air menggenangi Jakarta, sudah lebih dari 30 konsumen minta mobilnya diamankan menggunakan truk "gendeong" dari ancaman banjir.

"Mereka campur, ada konsumen yang punya klausul perluasan jaminan maupun yang tidak, tetap kami layani untuk kondisi darurat. Tapi, tidak bisa klaim kalau tidak ada perluasan jaminan banjir," jelas Laurentius Iwan Pranoto, Manajer Komunikasi dan Pemasaran Garda Oto kepadaKompasOtomotif, semalam (17/1/2014).

Dari total konsumen, jelasnya, sekitar 50 persen konsumen bisa diganti kerusakkan sesuai perjanjian klausul asuransi. Sedangkan, sisanya tidak bisa klaim. Untuk itu, sangat penting bagi konsumen untuk tahu jenis asuransi ketika tanda tangan kontrak awal.

Jika dibandingkan banjir tahun lalu, jumlah panggilan darurat yang diperoleh cenderung menurun. "Tahun lalu, jumlah panggilan lebih dari 200 mobil. Tapi, tak bisa dibandingkan langsung seperti itu, karena tahun lalu cakupan wilayah yang banjir jauh lebih luas dari tahun ini," beber Iwan.

Iwan kembali mengingatkan, bagi konsumen yang mau mengamankan mobilnya dari banjir bisa langsung menghubungi Garda Siaga ke telepon 021-75900900 atau 75900 via ponsel. "Anda akan mendapatkan layanan darurat, gratis. alias cuma-cuma," tutup Iwan.
Read More

Kia GT4 Stinger Menuju Produksi

Detroit, KompasOtomotif - Kepala desainer Kia Amerika Utara, Tom Kearns mengungkapkan, konsep mobil sport GT4 Stinger kemungkinan besar akan diproduksi massal. Kia mengklaim, konsep yang ditampilkan selama Detroit Motor Show ini ditujukan sebagai acuan mobil sport generasi terbaru dengan harga terjangkau.
“GT4 Stinger memang mobil konsep, tapi sejak pengerjaannya dimulai kami sudah memutuskan  akan diproduksi. Tidak perlu ubahan terlalu banyak,” jelas Kearns, seperti dilansir Inautonews, Jumat (17/1/2014). Ia juga menambahkan lampu vertikal jenis LED dan pilar A transparan akan dilucuti, diganti versi produksi.
Konsep mobil sport kupe gerak roda belakang ini dipersenjatai mesin bensin injeksi langsung,  2,0 liter turbocharged bertenaga 320 PS. Hanya dilengkapi transmisi manual sport 6-percepatan.
Peluang terbesar GT4 Stinger dikatakan memakai basis saudaranya, Hyundai Genesis Coupe. Versi cetakan massal diperkirakan rilis 2016 dengan banderol  di bawah Rp 600 juta. Kompetitor ideal buat Toyota 86/Subaru BRZ dan Mazda MX-5. 
Read More

New Daihatsu Luxio Ditargetkan 500 unit Setiap Bulan

Jakarta, KompasOtomotif - Dengan wajah New Luxio yang lebih segar, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) tidak terlalu optimis untuk mencapai target penjualan yang lebih tinggi. Tahun ini, saudara kembar Gran Max itu diharapkan hanya bertahan dengan penjualan semula,  500 unit per bulan.

"Di segmen ini, pasarnya tidak berkembang. Justru semakin turun setiap tahunnya. Target itu cukup baik dengan upaya mempertahankan penjualan yang sudah ada," beber Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran ADM di sela peluncuran New Luxio, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2014).

Toto Suryana Wijaya, Chief Operating Officer PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation (DSO), distributor utama Daihatsu di Indonesia menjelaskan, dalam kategorisasi penjualan berdasarkan nomor regestrasi kepolisian, Luxio adalah MPV semi bonet atau hangover. Kategori ini tahun lalu (2013), total penjualannya turun sekitar 6.000 unit, tersisa 19.000 unit.

"Dengan target 500 unit per bulan,  kami bisa menguasai sekitar 30-35 persen pangsa pasar. Iini cukup baik," beber Toto.

Menurutnya, porsi MPV terbesar justru ada di segmen MPV bonet, seperti Xenia, Avanza, Ertiga, dan Mobilio. Tahun lalu, di segmen ini penjualannya naik 25 persen menjadi sekitar 350.000 unit. "Memang, penggemar MPV tanpa hidung seperti Luxio adalah mereka yang mementingkan kelapangan dibandingkan dengan  Xenia atau sekelasnya.  Namun penjualan setiap tahun lumayan," imbuh Amelia.
Read More